Mengelola hard drive di Linux sangat penting untuk memahami sistem dan pengoperasiannya serta memahami sistem yang kamu gunakan atau melakukan analisis forensik. Linux memiliki banyak perintah yang dapat memberi kita informasi, kontrol, dan pengelolaan hard drive, dan dalam tutorial ini, kita akan mempelajari sejumlah hal yang paling penting.

Destinasi Hard Drive di Linux
Berbeda dengan drive C: di Windows, Linux tidak memiliki drive fisik. Sebagai gantinya, ia memiliki / (slash) di bagian atas (root) dari sistem filenya. Kemudian mount drive fisik ke sistem file di /mnt atau /media.

Linux menggunakan label logis untuk drive yang kemudian dipasang pada sistem file. Label logis ini bervariasi tergantung kapan dan di mana mereka dipasang. Hal ini berarti hard drive yang sama mungkin memiliki label yang berbeda.

Umumnya, sistem untuk pelabelan drive dimulai dengan:
  1.  hda
  2.  hdb
  3.  hdc
  4.  dll. 

Huruf "hd" merupakan singkatan dari hard drive, dan huruf berikutnya adalah urutan pemasangannya. Dengan hard drive baru (SATA), Linux menunjuknya dengan: 
  1. sda
  2. sdb
  3. sdc
  4. dll. 

"S" merupakan drive SCSI. Partisi dalam drive tersebut kemudian diberi nomor setelah huruf seperti sda1, sda2, sda3, dll. 

Tahap 1: Hard Drive
Di antara perintah yang paling dasar di Linux adalah df. Saat kita mengetiknya, maka akan memberi kita informasi dasar tentang hard disk atau drive yang terpasang seperti CD, DVD, atau flash disk. Biasanya digunakan untuk melihat sekilas ruang yang tersedia pada drive kamu; Itu sebabnya "df" berarti disk free.

  
Perhatikan bahwa disk virtual saya pada sistem ini ditunjuk sda1.
  1. sd = drive SATA
  2. a = hard drive pertama  
  3. 1 = partisi pertama pada drive itu

Tahap 2: fdisk
Perintah fdsisk sering digunakan untuk menentukan partisi Jika kita menambahkan perintah -l, maka akan mencantumkan semua partisi dari semua drive.


Seperti yang bisa kamu lihat pada gambar di atas, daftar sda1, sda2, dan sda3 adalah disk virtual dari mesin virtual saya yang saat ini diinstal oleh Linux. Perhatikan bahwa itu adalah 20GB.

Tahap 3: lsblk
Pada Linux, perangkat dikategorikan sebagai perangkat blok atau karakter. Perangkat karakter adalah perangkat seperti keyboard dan printer. Perangkat blok adalah hard drive, DVD, dan flash drive, dan lain-lain. 

Kami memiliki perintah, lsblk (list block), yang akan mencantumkan beberapa informasi dasar tentang masing-masing perangkat blok. Hal tersebut juga akan menampilkan perangkat dalam semacam tree, menunjukkan setiap perangkat dengan cabang partisi. Contohnya adalah sda dengan cabang sda1, sda2, dan sda3. 


Perhatikan pada output di atas, itu juga termasuk sr0 (DVD drive). Informasi tambahan yang disertakan di sini adalah titik mount drive.

Tahap 4: Parted
Perintah parted akan menampilkan partisi kamu dan mengeditnya. Kita bisa mulai dengan hanya mengetik perintah dibawah ini: 


Ketika kita melakukannya, ia mengembalikan prompt yang dimulai dengan tulisan (parted). Dari prompt itu, kita bisa memberikan opsi dan informasi lebih lanjut. Misalnya, jika kita ingin melihat semua partisi, kita bisa mengetikkan perintah berikut:


Tahap 5: Hdparm
hdparm adalah utilitas canggih yang memungkinkan kita untuk mengubah dan mengedit parameter dari hard drive. Hal tersebut bisa bermanfaat dalam aplikasi forensik, tapi bisa sangat berbahaya jika  tanpa pengetahuan yang cukup.

Seperti yang dapat kamu lihat dari gambar di atas, hdparm mampu mengubah dan mengedit hampir semua parameter hard drive kamu.

Untuk menjadi hacker profesional, Kamu harus mempelajari keseluruhan di Linux. Saya berharap artikel ini akan terus mengembangkan kemampuan kamu dalam mempelajari Linux, sehingga artikel ini membantu kamu dalam tujuan kamu untuk menjadi hacker profesional.